Sejak kita masih begitu mungil, bahkan sebelum kita mengenal dunia, takdir telah menuliskan cerita kita. Rezeki, kematian, dan bahkan pertemuan jodoh telah lama digariskan. Siapa sangka, dua jiwa yang begitu berbeda dari sudut bumi yang berbeda, pada akhirnya akan disatukan oleh takdir yang Maha Agung. Sebuah awal yang menakjubkan dari kisah cinta kita.
Kita tumbuh di lingkungan yang berbeda, dengan latar belakang pendidikan dan didikan orang tua yang mungkin tak sama. Kau dengan duniamu, aku dengan duniaku. Di masa kecil, kita masing-masing membentuk jati diri, tanpa sedikit pun tahu bahwa di suatu tempat, belahan jiwa kita sedang menjalani kehidupannya sendiri. Sebuah bukti bahwa takdir punya cara unik untuk mempertemukan.
Lucu sekali rasanya, bukan? Kita pernah berada di bawah atap yang sama, menimba ilmu di pondok yang sama, namun tak pernah bersua, apalagi mengenal. Mungkin kita berpapasan di lorong, atau duduk di majelis yang sama tanpa menyadari keberadaan satu sama lain. Sebuah misteri kecil dari takdir, yang membuat pertemuan kita terasa semakin istimewa.
Momen lamaran ini menjadi titik awal dari rencana kita untuk membangun sebuah keluarga, sebuah komitmen suci di hadapan Allah dan para saksi. Tak terlupakan bagaimana Yai Hilmi, pengasuhku, menyampaikan niat suci ini, dan diterima dengan hangat oleh Yai Mahin, pengasuhmu. Sebuah langkah besar yang menjadi fondasi kebersamaan kita.
Tepat hari ini, 22 Agustus 2024, satu tahun sudah sejak akad nikah kita diikrarkan. Ini adalah hari di mana kita berjanji untuk hidup "saling", bukan "saing". Hidup "bersama", bukan sekadar "tinggal bersama". Semoga setiap hari yang kita jalani selalu dipenuhi berkah, cinta, dan kebahagiaan. Happy 1st Anniversary, istriku!